Cuap Ngga Mutu Perbankan Indonesia

Pernahkan terpikir bagaimana hidup kita bila tidak ada bank? Lebih baikkah … atau lebih buruk …

Bank Hebat dan Bank Biasa Biasa Saja …

Posted by Adji Wigjoteruna pada Maret 24, 2008

Tulisan saya sebelumnya cuap2 sedikit mengenai kebisaan beberapa bank besar menarik dana simpanan masyarakat (dana pihak ketiga/DPK). Pertanyaanya, apakah makin besar DPK bisa diartikan makin hebat (prestisius) bank tersebut?

Boleh dikatakan demikian, tetapi alat ukur kehebatan bank bukan hanya itu, masih banyak hal lain yang patut ditengok-tengok. Mari kita pelototin lagi Tabel di bawah ini.

Kriteria yang paling umum untuk mengkategorikan bank (besar sampai kecil) adalah asset (harta atau aktiva). Jika kita bandingkan dengan menggunakan dasar asset (4) dan DPK (1,2) ternyata kesimpulan urutan ke-8 bank ini sama, yaitu sebagai berikut :
1. Bank Mandiri
2. Bank BCA
3. Bank BNI
4. Bank BRI
5. Bank Danamon
6. Bank BII
7. Bank Niaga
8. Bank Panin

Tetapi jika menggunakan kriteria lain seperti jumlah kredit yang disalurkan (3) dan Ekuitas (5), urutannya sudah tidak sama lagi. Angka dengan warna merah menunjukkan urutan pertama untuk setiap kriteria. Bank Mandiri No. 1 berdasarkan kriteria 1,3,4, dan 5. BCA No.1 jika menggunakan kriteria Laba Bersih (6). Sedangkan BRI No. 1 apabila menggunakan kriteria Jaringan Layanan (7) dan Jumlah Karyawan (8).

Kita akan lebih paham akan fakta ini jika mempelajari posisi yang dibidik masing-masing bank (positioning) dan historisnya. Sebagai contoh, Bank Mandiri merupakan merger (gabungan) 4 bank Pemerintah, yaitu Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), Bank Ekspor Impor (Exim), Bank Dagang Negara (BDN) dan Bank Bumi Daya (BBD), sangat logis menjadi bank terbesar di Indonesia.

Bank BRI adalah bank Pemerintah yang lebih fokus pada pelayanan masyarakat secara umum dan usaha kecil menengah (UKM) sehingga wajar memiliki jaringan yang paling luas menjangkau jauh ke daerah terpencil. Sedangkan BNI besar karena banyak menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN).

Di sisi lain BCA adalah bank swasta yang fokusnya pada maksimasi keuntungan melalui pelayanan nasabah yang sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian adalah masuk akal jika kemampuan menghasilkan labanya paling berhasil.

Catatan penting yang tidak boleh kita lupakan adalah, kesimpulan ini sangat tidak ilmiah (?) dan hanya berlaku dengan mengacu pada data Tabel di atas yang diambil dari Laporan Tahunan 2006 masing-masing bank. Bila kriterianya ditambah dan periode analisisnya diperluas dan orang yang melakukan analisisnya diganti (!), sangat mungkin menghasilkan kesimpulan berbeda.

Pada kesempatan waktu yang lain saya akan coba lakukan analisis dengan bantuan kriteria kinerja keuangan. Tapi sebelum melakukan itu, saya mau belajar dulu mengenai kinerja-kinerja keuangan. Mohon maklum dan sabar ya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: